Gears of War: E-Day Rilis di Steam, Harga Rp899 Ribu: Worth It Dibeli?

Gears of War: E-Day Rilis di Steam, Harga Rp899 Ribu: Worth It Dibeli?

Empat belas tahun. Itu jarak antara hari ketika dunia Gears of War runtuh dan game pertama yang kamu mainkan dulu. Dan sekarang, The Coalition akhirnya berani mundur ke titik paling berdarah dalam sejarah franchise ini: Emergence Day.

Gears of War: E-Day resmi rilis pada 6 Oktober 2026 untuk Xbox Series X/S dan PC (Steam dan Xbox on PC). Ini prekuel, bukan sekuel. Kamu tidak melanjutkan kisah Marcus Fenix yang sudah tua dan lelah. Kamu kembali ke masa ketika dia masih muda, ketika monster Locust pertama kali merangkak keluar dari bawah tanah, dan ketika umat manusia belum tahu apa yang sedang menghampiri mereka.

Buat yang belum pernah main Gears of War sama sekali, tenang. Justru E-Day ini pintu masuk yang paling masuk akal. Kamu mulai dari awal ceritanya, bukan dari tengah.

Ilustrasi kota hancur dengan retakan menyala saat Emergence Day di Gears of War E-Day

Cerita: 14 Tahun Sebelum Gears of War Pertama

Gears of War pertama rilis tahun 2006. Ceritanya dimulai bertahun-tahun setelah Emergence Day, hari ketika Locust Horde muncul dari bawah permukaan planet Sera dan membantai jutaan orang dalam semalam. Selama dua dekade, hari itu cuma disebut-sebut lewat dialog dan catatan lore. E-Day akhirnya menunjukkannya langsung.

Kamu bermain sebagai Marcus Fenix dan Dominic Santiago versi muda. Dua nama yang kalau kamu penggemar lama pasti bikin merinding, karena kamu tahu ke mana nasib mereka berakhir. Tapi di sini mereka belum tahu apa-apa. Mereka prajurit COG yang tiba-tiba harus menghadapi musuh yang tidak pernah ada di buku manual perang mana pun.

The Coalition membangun ulang semuanya di Unreal Engine 5. Atmosfernya dibuat lebih gelap dan lebih mencekam dari seri-seri sebelumnya. Masuk akal, karena dari sudut pandang karakternya, ini memang film horor: kota runtuh, tanah terbelah, dan sesuatu yang besar bergerak di dalam kegelapan.

Campaign: Sendiri atau Co-op Bareng 3 Teman

Kampanye E-Day bisa dimainkan solo, tapi mode yang paling ditunggu jelas co-op online hingga 4 pemain. Ini format yang pas buat mabar: satu squad menghadapi gelombang Locust sambil menyusun strategi siapa jaga kiri, siapa yang maju duluan.

Buat yang main di Xbox, ada kabar baik sekaligus catatan. Split-screen alias main bareng di satu konsol tetap tersedia di Xbox. Di PC, co-op hanya online. Jadi kalau rencananya mabar satu PC rame-rame, itu tidak bisa.

Horde Siege: Mode PvE yang Bikin Nagih

Kalau campaign itu hidangan utama, Horde Siege adalah alasan banyak orang bakal betah berbulan-bulan. Mode PvE ini menghidupkan kembali konsep wave survival khas Gears, tapi skalanya diperbesar: area tempur lebih luas, jumlah pemain dan musuh lebih banyak.

Kamu memilih kelas sebelum bertarung: Assault, Marksman, Medic, atau Breacher. Masing-masing punya peran yang jelas, dan tim yang komposisinya asal-asalan bakal kerasa bedanya begitu gelombang mulai berat. Selain bertahan dari serangan, kamu juga harus menyelesaikan berbagai objektif dan menghadapi world boss.

Sistem reward-nya dirancang buat bikin kamu balik lagi. Selesaikan pertandingan, dapat hadiah buat membuka opsi kustomisasi dan meningkatkan loadout. Persiapan buat menghadapi tantangan berikutnya, begitu kata pengembangnya.

Versus: PvP 4v4 yang Lebih Modern

Buat yang darah kompetitifnya lebih kental, ada mode Versus. Formatnya 4v4 di peta-peta baru, dengan dua playlist: Ranked buat yang serius mengejar peringkat, dan Social buat yang sekadar pengin main santai tanpa tekanan.

Yang menarik, sistem pergerakannya diperbarui. Kamu bisa lompat, vault, slide, sampai manuver flank. Tapi identitas Gears yang paling ikonik, cover-based combat alias tempur berlindung di balik tembok, tetap dipertahankan. Jadi ini bukan Gears yang berubah jadi game lari-larian. Ini Gears yang gerakannya lebih luwes tapi tetap Gears.

Senjata-senjata ikonik seri ini kembali dengan tampilan baru, plus beberapa senjata orisinal yang dirancang khusus buat pertempuran jarak dekat yang brutal. Ya, gergaji mesin di ujung senapan itu masih ada.

Visual Unreal Engine 5: Cantik, Tapi Ada Syaratnya

E-Day dibangun dari nol di Unreal Engine 5. Hasilnya: dunia yang jauh lebih detail, pantulan cahaya dan bayangan ray-traced, serta dukungan resolusi 4K dengan frame rate hingga 60 FPS di campaign maupun multiplayer (tergantung platform dan konfigurasi, kata pengembangnya).

Versi PC juga mendukung DLSS 4.5, FSR 4, dan XeSS, plus HDR dan monitor ultrawide. Ada built-in benchmark mode juga, jadi kamu bisa tes setting sebelum terjun beneran. Detail yang sepele tapi berguna banget.

Nah, ini bagian pentingnya. Baca baik-baik.

Spesifikasi PC: Kartu Grafis Lama Tidak Bisa Main

The Coalition mensyaratkan GPU dengan hardware ray tracing. Titik. Artinya kartu grafis seri GTX 10 dan GTX 16, sepopuler apa pun mereka di warnet-warnet Indonesia, tidak bisa menjalankan game ini sama sekali. Tidak ada jalan pintas, tidak ada setting rendah yang bisa mengakali. Kalau VGA kamu masih GTX 1050 Ti atau GTX 1650, E-Day bukan buat PC kamu. Fakta pahit ini perlu disampaikan di depan, bukan di belakang.

Berikut spesifikasi resmi yang diumumkan di Steam:

MinimumRecommended
Target1080p 60 FPS (Medium)1440p 60+ FPS (High)
GPURTX 2060 / RX 6600RTX 3060 Ti / RX 6700 XT
CPURyzen 5 2600X / i5-10400Ryzen 5 5600 / i5-11600K
RAM12 GB16 GB
Storage115 GB SSD (wajib)115 GB SSD (wajib)

Buat yang mengincar 4K 60 FPS di setting Ultra, siapkan RTX 5070 Ti atau RX 7900 XT dengan VRAM 12 GB. Dan ingat, semua target frame rate di atas mengasumsikan upscaling (DLSS/FSR/XeSS) aktif. SSD juga wajib di semua tier, bukan opsional.

Kabar baiknya, syarat minimum ini sebenarnya masih ramah buat rakitan 3-4 tahun terakhir. RTX 2060 dan RX 6600 sekarang harganya sudah jauh turun dari masa kejayaannya. Yang benar-benar tersingkir cuma pemilik GPU tanpa ray tracing.

Harga di Indonesia: Rp899 Ribu atau Rp1,299 Juta

Di Steam Indonesia, E-Day dijual dalam dua edisi:

  • Standard Edition: Rp899.000. Isinya base game. Sudah termasuk campaign, Horde Siege, dan Versus. Buat kebanyakan orang, ini edisi yang masuk akal.
  • Premium Edition: Rp1.299.000. Selisih Rp400 ribu ini memberimu Signature Bravo Squad Weapon Pack, Emergence Customization Pack, empat Seasonal Customization Pack, dan 1.000 Iron (mata uang premium dalam game). Bonus 5 hari early access-nya sudah lewat karena gamenya sudah rilis.

Jujur saja: isi Premium Edition itu sebagian besar kosmetik plus mata uang premium. Jadi kalau kamu belinya sekarang, alasan terkuat ambil Premium tinggal bundle kosmetiknya. Buat yang mainnya buat gameplay, Standard sudah lebih dari cukup.

Cara Main Termurah: Jangan Beli, Langganan Saja

Ini fakta yang wajib kamu tahu sebelum keluar Rp899 ribu: Gears of War: E-Day tersedia day one di Game Pass Ultimate dan PC Game Pass. Artinya pelanggan layanan itu bisa langsung main di hari rilis tanpa beli gamenya.

Hitungannya sederhana. Harga satu game Standard setara langganan berbulan-bulan. Kalau kamu tipe yang main satu game sampai tamat lalu pindah, atau pengin coba dulu sebelum yakin, Game Pass jelas jauh lebih hemat. Kamu juga dapat akses ke ratusan game lain selama langganan aktif.

Pengecualiannya: kalau kamu kolektor yang pengin gamenya nempel permanen di library Steam, atau kamu memang tidak suka sistem langganan, ya beli putus memang jalannya. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi buat dompet kebanyakan gamer Indonesia, opsi langganan ini yang paling bersahabat.

Tips Buat yang Baru Pertama Kali Main Gears

Kalau E-Day adalah Gears pertamamu, ada tiga kebiasaan yang perlu ditanam sejak awal. Pertama, cover adalah nyawamu. Jangan pernah berdiri di tempat terbuka lebih dari dua detik. Pindah dari satu perlindungan ke perlindungan lain, dan manfaatkan slide buat menyeberang area terbuka dengan cepat.

Kedua, pelajari active reload. Ini mekanik khas Gears: saat reload, tekan tombol reload sekali lagi di momen yang tepat buat mempercepat dan memperkuat tembakan berikutnya. Gagal timing, senapanmu malah macet. Butuh latihan, tapi begitu terbiasa rasanya memuaskan banget.

Ketiga, di Horde Siege jangan egois pilih kelas. Lihat komposisi tim dulu. Empat Assault tanpa Medic itu resep bencana di gelombang tinggi. Satu Medic yang rajin revive nilainya lebih besar dari satu damage dealer tambahan.

Worth It? Penilaian Jujur

Setelah menimbang semuanya, begini penilaian jujurnya.

Worth it buat kamu kalau: kamu penggemar shooter co-op dan punya 2-3 teman buat mabar rutin, karena Horde Siege dan campaign co-op 4 pemain adalah daging utamanya; kamu sudah lama menunggu kelanjutan Gears of War dan penasaran dengan kisah Emergence Day; atau PC/konsol kamu memenuhi syarat dan kamu main via Game Pass sehingga risikonya kecil.

Pikir dua kali kalau: PC kamu masih pakai GTX 10 atau 16 series, karena gamenya memang tidak bisa jalan; kamu pemain solo yang tidak tertarik multiplayer, karena nilai terbesar E-Day ada di mode co-op dan PvP-nya; atau kamu berharap perubahan total, karena ini Gears yang dimodernisasi, bukan Gears yang diubah jadi genre lain.

Buat pendatang baru yang belum pernah menyentuh seri ini: E-Day adalah titik masuk terbaik dalam hampir 20 tahun. Kamu mulai dari awal cerita, dengan visual termodern, dan tidak perlu mengejar ketertinggalan lore belasan tahun. Buat veteran: ini surat cinta sekaligus ujian, apakah formula cover-based combat masih relevan di 2026. Jawabannya, sejauh yang terlihat dari materinya, masih ya.

Sumber fakta: GGWP (8 Oktober 2026) untuk harga dan mode game; spesifikasi PC dari pengumuman resmi The Coalition via Xbox Wire yang dilansir PowerUp Gaming, PC Guide, dan FullCleared.

Baca Juga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Monster Hunter Outlanders Rilis 29 Oktober 2026: Preview Lengkap dan Worth It?

Viral 'Aplikasi Penghasil Uang dari Pemerintah', Hoaks atau Asli? Ini Faktanya

Pre-order iPhone 18 Pro & Pro Max Dibuka 7 Oktober di Indonesia: Spesifikasi dan Cara Ikut